demi hemat energi Indonesia hanya punya 1 zona waktu
seperti yang sudah kita ketahui bahwa indonesia mempunyai 3 zona waktu yaitu WIB (GMT plus 7), WITA (GMT plus 8) dan WIT (GMT plus 9)
ide pokok yang mendasari olah pikir ini adalah adanya peluang untuk mengurangi pemakaian energi listrik pada saat beban puncak pada sore hingga malam hari bila pelanggan lebih cepat berhenti beraktivitas dan pergi tidur. Agar lebih cepat tidur malam, mereka diharapkan bangun lebih dini dan berangkat beraktivitas pada pagi hari.
Untuk tujuan di atas, yang dapat diusahakan adalah dengan menggeser ketentuan waktu yang berlaku saat ini di Indonesia lebih cepat ke muka. Jadi, ini memang tujuan utamanya, waktu Indonesia bagian barat (WIB) berubah ikut wilayah waktu Indonesia bagian tengah (Wita). Untuk tujuan lebih luas, WIT pun sekalian dimasukkan dalam Wita.
seperti yang sudah kita ketahui juga banyak negara yang menambahkan zona waktu dari GMT nya dengan berbagai alasan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, misalnya saja malaysia dan Singapura yang terletak di GMT +7 tetapi keduanya menggunakan zona waktu GMT +8 demi menyamakan kegiatan pasar uang dan saham dengan pasar Hongkong, begitupun China yang menetapkan zona waktu tunggal (GMT +8) untuk seluruh wilayahnya.
Peluang terbesar bagi perubahan zona waktu Indonesia ini adalah untuk WIB, di mana konsumsi listrik terbesar ada di pulau Jawa . Dengan menghapus WIB dan memasukkan wilayah barat ke WITA, akan besarlah perubahan positif yang bisa dicapai. Akan ada peluang kegiatan produktif masyarakat bertambah pada siang hari, yaitu dengan mengalihkan kegiatan di malam hari selama satu jam ke siang hari. Penggunaan listrik di rumah malam dan pagi hari pun berkurang satu jam.
*makanya siap-siap saja bangun lebih pagi agar tidak kaget jikalau perubahan zona waktu ini bener-bener terjadi.